Ya begini repotnya zaman Corona yang membuat keadaan kesehatan dan kondisi ekonomi sedang tidak baik. Hal ini sangat berdampak pada dunia pendidikan. Pembelajaran dulu ada tatap muka, eh sekarang harus online. Siswa belajar di rumah, guru berusaha menyampaikan dan interaksi dengan media sosial jejaring internet.
Banyak sekali model pembelajaran online ada yg via WhatsApp, Google Classroom, Microsoft 365 atau aplikasi dan sistem pembelajaran online lainnya. Syaratnya ya guru dan siswa memiliki piranti untuk melaksanakan pembelajaran itu seperti HP, Kuota internet, Sinyal.
Pentingnya kesadaran siswa, ketika difasilitasi dengan piranti HP dan kuota tentunya diikuti dengan semangat untuk belajar di zaman pandemi covid 19. Ketika tidak belajar, tidak ada perubahan diri baik itu sikap, mind set, kognitif maupun ketrampilan. Seperti hukum kelembaban Newton, bahwa benda diam akan diam terus atau benda akan bergerak lurus beraturan terus, jika tidak ada gaya luar yang mengganggunya. Intinya jika tidak ada perubahan baik motivasi diri maupun dari luar, kemalasan akan abadi dalam diri siswa
Belajar yang merdeka TIDAK diartikan bebas tidak belajar, merdeka diartikan memanfaatkan waktu, tempat, kesempatan, peluang dan potensi belajar menyesuaikan diri kita dan lingkungan. Proses belajar lebih fleksibel, tidak tergantung tempat dan waktu. Siswa meskipun dalam keadaan terbatas harus tetap punya keinginan untuk belajar dan ini perlu dukungan orang tua dan guru. Dukungan orang tua tidak sebatas fasilitas fisik tetapi juga perlu pendampingan baik dari pembelajaran maupun motivasi. Tugas guru memberikan pelayanan prima pada siswa untuk berkembang. Menurut guru baik model pembelajarannya belum tentu cocok dengan cara dan pemahaman belajar siswa. Guru perlu menggunakan berbagai macam cara untuk menjamin keaktifan dan kolaborasi yang baik selama kegiatan pembelajaran. Pengalaman hidup yang dihubungkan dengan pembelajaran kontekstual kelihatannya cocok untuk pembelajaran saat ini
Antusias belajar siswa dan guru penting. Era pandemi memberikan start yang sama bagi guru dan siswa untuk memulai belajar hal baru dengan model baru. Banyak sekali model pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Aplikasi dan media interaktif pembelajaran sangat menjamur. Guru memanfaatkan banyak media dan disesuaikan dengan kondisi siswa
Selama pembelajaran online, kejenuhan itu pasti. Perlunya interaksi yang positif selama pembelajaran, kegiatan sinkron daring juga diperlukan. Dengan tatap muka Maya memberikan energi baik dalam komunikasi. Perlu media kolaboratif memberi kesempatan guru dan siswa mencapai tujuan pembelajaran, tidak sebatas pembelajaran satu arah.
Ok ini PR untuk kita semua
Komentar
Posting Komentar
Just Share...