Langsung ke konten utama

GERAK LURUS : PERPINDAHAN, JARAK, KELAJUAN DAN KECEPATAN



GERAK LURUS : JARAK, PERPINDAHAN KELAJUAN DAN KECEPATAN

Benda bergerak apabila mengalami perubahan posisi dari suatu titik acuan. Benda bergerak mengalami perpindahan. Selama mengalami perpindahan, benda tersebut memiliki lintasan. Lintasan adalah titik – titik atau garis yang berturut – turut dilewati benda pada saat bergerak. Benda yang bergerak akan melalui suatu lintasan tertentu. 

Ada perbedaan makna antara jarak dan perpindahan. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh, sedangkan perpindahan merupakan jumlah lintasan yang ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal dan akhir benda, atau dengan kata lain perpindahan merupakan jarak lurus resultan dari posisi awal sampai posisi akhir.
Untuk memperdalam pemahaman kalian silahkan buka link youtube ini. KONSEP MUDAH GERAK LURUS : Jarak, Perpindahan, Kelajuan dan Kecepatan
Link : https://youtu.be/HkIpANOI1MA

Perpindahan merupakan besaran vektor, yaitu suatu besaran yang memiliki nilai dan arah. Suatu benda yang mengalami perpindahan pasti menghasilkan jarak. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh suatu benda tanpa memperhatikan arah. 

Jarak merupakan besaran skalar. Perpindahan suatu benda bisa bernilai nol (0) jika benda tersebut bergerak ke arah tertentu kemudian kembali ke arah semula (titik awal)
Kelajuan termasuk besaran skalar yang nilainya selalu positif dengan satuan m/s atau km/jam. Definisi kelajuan adalah cepat atau lambatnya perubahan jarak terhadap waktu. Cepat atau lambatnya kelajuan suatu benda dapat diukur dengan sebuah alat yang disebut speedometer dan GPS (global positioning system)

Kelajuan dihitung dengan rumus jumlah atau total jarak yang ditempuh per satuan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut. 

Perbedaan antara kecepatan dengan kelajuan terdapat pada ada tidaknya arah. Pada kelajuan hanya terdapat besaran nilai, sedangkan pada kecepatan terdapat besaran nilai dan arah (besaran vektor). 

Kecepatan merupakan cepat atau lambatnya kedudukan suatu benda yang diukur berdasarkan perubahan posisi benda terhadap waktu tempuh. Satuan kecepatan sama dengan satuan kelajuan yaitu m/s atau km/jam. 
Besar kecepatan dihitung melalui perpindahan yang terjadi pada benda per waktu yang dibutuhkan dalam melakukan perpindahan. Di mana, nilai perpindahan sama dengan jarak titik akhir dan titik awal benda tersebut. 

Klik link video berikut untuk penjelasan lebih lanjut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purbalingga, Bengkelnya Manusia Purba di Indonesia

Purbalingga, Bengkelnya Manusia Purba di Indonesia Siang itu saya lagi ngobrol dengan pak waluyo, guru bahasa jawa di sekolah kami, Beliau sedang asyik membaca LKS yang saya lihat sedang membaca tentang manusia purba pertama di Indonesia ya di Purbalingga kota kami tercinta.  Beneran neh ? terus saya minta izin untuk membacanya, wah benar bahwa daerah Purbalingga dulunya memang tempat bengkelnya manusia purba di purbalingga. terus sy browsing di internet.  Ya, menurut arkeolog Prof Truman Simanjuntak memeng Purbalingga dulunya merupakan cekungan besar tempat dibuatnya peralatan purba hal ini dibuktikan dengan ditemukannya alat-alat manusia purba di daerah sepanjang aliran sungai Klawing dan sekitarnya, bahkan ada batu pocong hi hi hi. apa ada hubungannya nama Purbalingga dengan manusia purba sendiri? P eninggalan benda megalitikum atau zaman batu besar banyak ditemukan di lereng di Purbalingga, Jawa Tengah. Batu ini ada beberapa bentuk seperti batu berbentuk pocong, punden be...

Dari singkong kita bisa maju : sebuah sharing pengalaman sederhana tentang pembuatan bio ethanol dari singkong

Bio ethanol, mungkin tidak semua orang memahaminya, ya , bio ethanol merupakan salah satu sumber alternatif energi yang mempunyai potensi di masa depan, Dua Minggu yang lalu kami melakukan kegiatan, yang mungkin oleh kebanyakan siswa SMP jarang dilakukan. Di sekitar sekolah kami, SMP N 1 Kaligondang, banyak sekali ditemukan perkebunan singkong, yang meliputi kecamatan Kaligondang, kecamatan Pengadegan dan kecamatan Kejobong, keadaan tanah yang kering berupa tegalan dimanfaatkan untuk bertanam singkong. berawal dari potensi lokal tersebut, sangatlah mempunyai prospek bagi pengembangan energi alternatif dari singkong.untuk membuat bio ethanol dari singkong memang kami tidak dari awal kegiatan yaitu dari fermentasi tetapi dari bahan tape singkong yang sudah di jual di pasar.  Diharapkan dari pembuatan bio ethanol sederhana dapat membuka wawasan baru bagi siswa mengenai energi alternatif. bahan yang kami siapkan yaitu, tape singkong, untuk peralatan yang digunakan adalah : 2 buah ...

PRAKTIK MEMBUAT ES GOYANG.GARAM MENURUNKAN TITIK BEKU

ES GOYANG Hari itu, Kamis 20 Januari 2011, ada sebuah pengalaman baru yang kami dapatkan.  Anak kelas 7 sekolah kami membuat es, namanya es goyang. Kenapa disebut es goyang? ya mungkin karena pembuatannya perlu digoyang-goyang he... he... he ... Rencana kegiatan ini memang sudah di setting beberapa hari sebelumnya agar dipersiapkan segala " uba rampenya ". Anak-anak di sekolah kami memang kebanyakan termasuk golongan menengah ke bawah malah kebanyakan banyak yang tidak mampu secara ekonomi, hanya dua atau tiga orang dalam satu kelas yang memiliki lemari es. Sehingga, mereka begitu antusias ketika saya ajak untuk membuat es dengan bahan yang sederhana. Alat dan bahan yang kami siapkan antara lain : es batu, garam, wadah plastik dan termos es, dan tentunya bahan es nya yaitu susu sachet-an. Bahan susu kami pilih karena secara kandungan gizi lebih baik, juga untuk mendapatkannya lebih murah dan mudah. Ketika saya masuk kelas, mereka  antusias menanyakan prosedur atau langkah k...