Langsung ke konten utama

KOMIK OPTIK : Miopi = Rabun Jauh


Sudah lihat komik di atas?

Rabun jauh atau miopi adalah salah satu cacat mata di mana kondisi mata kita tidak dapat melihat benda dari jarak jauh dengan jelas. Hal ini terjadi karena kelainan pada lensa mata yaitu bayangan benda terbentuk di depan retina padahal seharusnya tepat di retina. Lensa mata terlalu cembung, sehingga bayangan jatuh di depan retina. Akibatnya titik jatuh mata (puntum remotum) bergeser mendekati mata  

Miopi bisa terjadi karena lensa mata tidak tidak dapat di pipihkan atau akomodasi mata tidak berfungsi baik seperti biasa sehingga bayangan dari benda yang letaknya jauh akan jatuh di depan retina

Miopi dapat bersifat keturunan, ketegangan visual atau faktor lingkungan. Faktor keturunan pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh aktivitas seseorang dalam melihat misalnya menghabiskan waktu di HP, Komputer atau banyak waktu membaca tanpa istirahat. Miopi dapat terjadi karena mata terlalu sering melihat benda yang dekat, cacat mata ini sering dialami tukang jam, tukang las, operator komputer, dan lain sebagainya. 
Orang yang menderita miopi biasanya ditandai kaburnya penglihatan saat melihat benda yang jauh, misalnya tulisan bapak ibu guru di papan tulis.
Penglihatan orang yang menderita rabun jauh dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa cekung. 

Pada cacat mata miopi, titik jauh penderita miopi lebih dekat dari pada tak hingga (titik jauh < ∾) dan titik dekatnya kurang dari 25 cm (titik dekat < 25 cm). Jarak baca normal = 25 cm atau 30 cm. 

Rumus menentukan besarnya kekuatan lensa cekung:
Kaca mata negatif atau cekung akan mengubah jarak benda yang jauh (S=∼) sehingga mendekat tepat pada titik jauh mata/punctum remotum (S'=-PR). Nilai negatif ini karena sifat bayangan maya. 
karena s =~ dan s' = -PR, maka didapatkan

Rumus :
P = 1/f (jika dalam satuan m) 
P = -1/PR (dioptri)
P = 100/f (jika dalam satuan cm) 
P = - 100/-PR (dioptri)

Keterangan:
P = kekuatan lensa kacamata (D atau dioptri)
PR = Punctum Remotum atau titik jauh mata (cm)
Sn = titik dekat mata normal (biasanya 25 cm)
Miopi dapat ditangani dengan penggunaan kacamata. Selain kacamata, miopi juga dapat ditangani dengan operasi LASIK yang menggunakan sinar laser. 

Contoh :
1. Seorang penderita miopi memiliki kacamata dengan kekuatan -1/3 dioptri. Tentukan titik terjauh mata!
Jawaban:
Diketahui:
P = -1/3
Ditanyakan: PR =. . .?
Jawab:
P = - 1/PR
-1/3 = -1/PR
PR = 3 m
Jadi, titik terjauhnya adalah 3 meter.
2. Seseorang penderita miopi hanya dapat melihat benda dengan jelas sejauh 200 cm. Tentukan kekuatan lensa yang supaya mata menjadi normal.
Jawab :
Diketahui : s = ∼ 
                            s’ = – 200. 
Ditanya : P ....?
1/f = 1/∼ + 1/-200.
1/f = 0 + 1/-200.
f = -200 cm = – 2 m.
Kekuatan lensa p = 1/f = 1/-2 = -1/2 dioptri. Jadi orang tersebut memerlukan lensa cekung dengan kekuatan - 1/2 dioptri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purbalingga, Bengkelnya Manusia Purba di Indonesia

Purbalingga, Bengkelnya Manusia Purba di Indonesia Siang itu saya lagi ngobrol dengan pak waluyo, guru bahasa jawa di sekolah kami, Beliau sedang asyik membaca LKS yang saya lihat sedang membaca tentang manusia purba pertama di Indonesia ya di Purbalingga kota kami tercinta.  Beneran neh ? terus saya minta izin untuk membacanya, wah benar bahwa daerah Purbalingga dulunya memang tempat bengkelnya manusia purba di purbalingga. terus sy browsing di internet.  Ya, menurut arkeolog Prof Truman Simanjuntak memeng Purbalingga dulunya merupakan cekungan besar tempat dibuatnya peralatan purba hal ini dibuktikan dengan ditemukannya alat-alat manusia purba di daerah sepanjang aliran sungai Klawing dan sekitarnya, bahkan ada batu pocong hi hi hi. apa ada hubungannya nama Purbalingga dengan manusia purba sendiri? P eninggalan benda megalitikum atau zaman batu besar banyak ditemukan di lereng di Purbalingga, Jawa Tengah. Batu ini ada beberapa bentuk seperti batu berbentuk pocong, punden be...

Dari singkong kita bisa maju : sebuah sharing pengalaman sederhana tentang pembuatan bio ethanol dari singkong

Bio ethanol, mungkin tidak semua orang memahaminya, ya , bio ethanol merupakan salah satu sumber alternatif energi yang mempunyai potensi di masa depan, Dua Minggu yang lalu kami melakukan kegiatan, yang mungkin oleh kebanyakan siswa SMP jarang dilakukan. Di sekitar sekolah kami, SMP N 1 Kaligondang, banyak sekali ditemukan perkebunan singkong, yang meliputi kecamatan Kaligondang, kecamatan Pengadegan dan kecamatan Kejobong, keadaan tanah yang kering berupa tegalan dimanfaatkan untuk bertanam singkong. berawal dari potensi lokal tersebut, sangatlah mempunyai prospek bagi pengembangan energi alternatif dari singkong.untuk membuat bio ethanol dari singkong memang kami tidak dari awal kegiatan yaitu dari fermentasi tetapi dari bahan tape singkong yang sudah di jual di pasar.  Diharapkan dari pembuatan bio ethanol sederhana dapat membuka wawasan baru bagi siswa mengenai energi alternatif. bahan yang kami siapkan yaitu, tape singkong, untuk peralatan yang digunakan adalah : 2 buah ...

PRAKTIK MEMBUAT ES GOYANG.GARAM MENURUNKAN TITIK BEKU

ES GOYANG Hari itu, Kamis 20 Januari 2011, ada sebuah pengalaman baru yang kami dapatkan.  Anak kelas 7 sekolah kami membuat es, namanya es goyang. Kenapa disebut es goyang? ya mungkin karena pembuatannya perlu digoyang-goyang he... he... he ... Rencana kegiatan ini memang sudah di setting beberapa hari sebelumnya agar dipersiapkan segala " uba rampenya ". Anak-anak di sekolah kami memang kebanyakan termasuk golongan menengah ke bawah malah kebanyakan banyak yang tidak mampu secara ekonomi, hanya dua atau tiga orang dalam satu kelas yang memiliki lemari es. Sehingga, mereka begitu antusias ketika saya ajak untuk membuat es dengan bahan yang sederhana. Alat dan bahan yang kami siapkan antara lain : es batu, garam, wadah plastik dan termos es, dan tentunya bahan es nya yaitu susu sachet-an. Bahan susu kami pilih karena secara kandungan gizi lebih baik, juga untuk mendapatkannya lebih murah dan mudah. Ketika saya masuk kelas, mereka  antusias menanyakan prosedur atau langkah k...