Sudah 3 hari berjalan meninggalkan tahun 2010. Ya, hari ini Senin, 3 Januari 2011, hari pertama siswa masuk sekolah setelah libur yang cukup panjang. Hari ini merupakan hari paling malas berangkat sekolah bagi kebanyakan siswa. " Ah masih pengen tidur lagi ! Liburnya kependekan !". He he he siapa sih yang nggak senang libur? hari terakhir semester gasal Tahun pelajarn 2010/2011 diakhiri dengan pembagian rapor tanggal 18 Desember 2010, hasil belajar dan kerja keras serta sedikit (baca : mungkin) nyontek waktu Tes/Ulangan he he he.
Ketika hari-hari sekolah bagi sebagian siswa memang terasa seperti hidup terpenjara. ketika mendengar "besok libur anak-anak.. atau hari ini pulang lebih awal dan belajar di rumah " he he he bukan main girangnya anak- anak. Libur telah berjalan, sehari, dua hari, tiga hari, terasa asik untuk menikmati liburan. lha... ketika sudah mencapai hari kelima ternyata banyak yang update status di facebook/twitter " wah, bosen di rumah terus, kangen sama temen neh, kangen sama yayang neh (lho...?) mungkin gak ya kangen sama gurunya? he he he.
Kebanyakan dari kita memang membenci sebuah rutinitas dan ketika kita tidak siap menghadapi situasi maupun kondisi dimana berbeda 180 derajat yang ada juga ketidaksiapan dan ketidak bebasan serta ketidaknyaman menghadapi situasi tersebut. Mau libur terus?
Sekolah kami, setiap akhir semester akan diukur tingkat prestasi siswa dengan mengacak kelas sesuai dengan kemampuan siswa di empat mapel UN, yang nilainya baik ya akan masuk ke kelas yang levelnya tinggi. Ada 7 kelas paralel kelas, 1 kelas imersi (bilingual) dan 6 kelas reguler. Dengan adanya level kelas tiap semester diharapkan siswa kan terus termotivasi untuk berkompetisi dalam bidang akademik, sehingga ketika telah lulus sebagai almamater tentunya dapat survive di lingkungan yang penuh kompetisi.
Ya, hari pertama, tambah teman baru dan suasana baru bagi mereka, ada yang naik level, kelas, ataupun ada yang turun level, kelihatanya bagi sebagian dari mereka enjoy aja menikmati situasi ini. Hari ini memang menyenangkan, pagi yang cerah, cenderung panas telah membuat tak berdaya bagi beberapa siswa waktu upacara bendera. Mereka pingsan, keadaan ini mungkin dikarenakan kondisi fisik siswa yang belum siap dikarenakan sedang sakit, belum sarapan atau karena kondisi panasnya lapangan yang sangat menyengat.
Dan, yang cukup mencolok ternyata banyak siswa tidak bawa topi, wah ini mereka lupa atau sengaja lupa? hari pertama kok ndak ada persiapan. lha gimana hari-hari biasa? kebanyakan dari kita memang kurang mempersiapkan sala sesuatu, ada yang bilang persiapan yang baik adalah 50% kemenangan. Ada juga kejadian ketika saya masuk kelas, "Ayo anak-anak-kita buka bukunya, kita bahas materi kalor!" kata saya. " Waduh pak ! saya lupa ndak bawa buku kirain hari ini kosong, ndak ada pelajaran? " jawab 5 orang anak. Saya sempet kaget, geleng kepala dan terdiam sebentar.... hmmm...kok bisa ya mereka memperkirakan atau memprediksi bahwa hari pertama jam pelajarannya kosong.
Saya berpikir positif aja, ya mungkin mereka masih kebayang libur. Kejadian seperti tidak membawa topi ataupun membawa buku pelajaran mengindikasikan bahwa kebanyakan dari siswa belum siap untuk berubah. ya berubah menjadi lebih baik dan siap apalagi dengan tahun baru semangat baru.
Ada seorang anak yang cukup pendiam menurut saya, hampir selalu tidak pernah bertanya waktu pelajaran saya semester gasal. ketika di tanya ya dia hanya senyum, senyum pun unik, kaya senyum tapi juga kaya tidak senyum, bingung kan? he he he Saya yakin anak ini mampu dalam belajar tapi kok terlalu pendiam kenapa? ternyata setelah diselami, anak ini memang harus terus dipancing dan direspon positif sehingga dia bisa keluar dari ketidakpercayaan diri yang membuatnya terlalu pendiam.
Ya, dengan rangsangan-rangsangan positif dapat membuat dia menjadi percaya diri dan ketika hari pertama saya masuk tadi dia memberitahukan, "Saya rangking 4 pak !", katanya dengan lantang. Wah hebat juga anak ini.
Dari sini sebenarnya dapat dijadikan cermin, bagaimana kesiapan kita baik guru maupun murid dalam melaksanakan tugasnya. guru sebagai pamong tentunya sudah siap memberikan ilmu atau pengetahuan bagi muridnya, sesosok guru perlu merubah dengan komitmen individu bagi perkembangan cantrik-cantriknya itu.
Dari sini sebenarnya dapat dijadikan cermin, bagaimana kesiapan kita baik guru maupun murid dalam melaksanakan tugasnya. guru sebagai pamong tentunya sudah siap memberikan ilmu atau pengetahuan bagi muridnya, sesosok guru perlu merubah dengan komitmen individu bagi perkembangan cantrik-cantriknya itu.
Bagi murid, siap berarti dia membuka lebar-lebar pintu pengetahuan dan pintu konsentrasi, pengetahuan akan mudah diserap dan diolah sebagai sebuah input yang berguna bagi dirinya. Perlu disadari bahwa semua bisa berubah jika kita mau memberikan sentuhan positif pada setiap anak apapun kondisi anak tersebut, baik yang dianggap pintar ataupun yang dianggap kurang pintar, Kita perlu memberikan kepercayaan lebih kepada mereka, bahwa mereka bisa melakukannya.
Masih ingat film hero anak-anak power rangers, untuk menjadi seorang hero dia akan berubah dari manusia biasa menjadi manusia yang berdaya linuwih untuk menghadapi tantangan ataupun halangan yang muncul dihadapannnya tiba-tiba.
Siapa mau berubah? Berubah! Power rangers !!!
Siapa mau berubah? Berubah! Power rangers !!!

Komentar
Posting Komentar
Just Share...